JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM – Penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Setiabudi kembali memicu kritik tajam. Gaya kepemimpinan Pramono Anung dalam membenahi Jakarta dinilai masih jauh dari kata rapi dan manusiawi. Meski niatnya menegakkan aturan, eksekusi di lapangan seringkali dianggap kasar dan justru menciptakan sorotan negatif di mata publik yang seharusnya bisa dihindari dengan cara yang lebih elegan.
Kritik ini muncul karena pola penertiban yang dilakukan Satpol PP dianggap terlalu kaku dan kurang taktis dalam berkomunikasi. Seharusnya, pemerintah daerah tidak perlu langsung melakukan penggusuran besar-besaran yang mengundang kerumunan massa dan kemarahan pedagang di pinggir jalan. Ada cara yang lebih “cantik” untuk membuat Jakarta rapi tanpa harus meninggalkan luka di hati rakyat kecil yang sedang mencari sesuap nasi setiap harinya.
Gaya Pramono yang cenderung tertutup dalam proses pengambilan kebijakan penataan kota kini menjadi sasaran koreksi banyak pihak. Masyarakat menginginkan adanya keterbukaan informasi mengenai zona mana saja yang boleh dan tidak boleh digunakan agar tidak ada jebakan aturan. “Jakarta ini milik bersama, jangan sampai aturan dibuat mendadak tanpa ada ruang bicara bagi pedagang,” tegas Koordinator JagaJakarta, Romdon, Jumat (10/4/2026).
Pola penanganan yang ideal sebenarnya cukup sederhana dan bisa diterima semua kalangan jika dilakukan dengan urutan yang benar. Berikan peringatan keras dan tertulis secara bertahap kepada para pedagang agar mereka punya waktu untuk bersiap pindah secara mandiri. Jika setelah tiga kali diperingatkan mereka masih membandel, barulah dilakukan tindakan penyitaan barang dagangan secara tegas namun tetap dengan cara yang sopan.
Dengan pola bertahap tersebut, petugas di lapangan akan memiliki dasar hukum yang kuat dan pedagang tidak punya alasan lagi untuk melawan. Hal ini akan mencegah terjadinya adu mulut atau aksi tarik-menarik barang yang seringkali menjadi tontonan tidak mengenakkan bagi warga yang melintas. Penertiban yang berhasil adalah penertiban yang dilakukan secara sunyi namun tetap memberikan hasil yang nyata bagi kebersihan kota.















Komentar