“Langkah ini patut diapresiasi karena bukan hanya memastikan ketersediaan, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap distribusi LPG bersubsidi,” ujarnya.
Namun demikian, Visioner Indonesia juga mendorong penguatan sistem distribusi melalui digitalisasi. Menurutnya, penerapan sistem tracking berbasis teknologi hingga ke tingkat pangkalan akan meningkatkan transparansi serta meminimalisir potensi kebocoran subsidi.
“Kami mendorong adanya digital tracking agar distribusi LPG lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran,” tambahnya.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar penggunaan LPG bersubsidi lebih bijak dan sesuai peruntukan, khususnya bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro.
Sinergi antara pemerintah dan Pertamina Patra Niaga diharapkan terus diperkuat guna menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan keadilan distribusi bagi seluruh masyarakat Indonesia.










Komentar