Dari Tokyo, Presiden Prabowo Canangkan Lompatan Besar: Energi Hijau, Hilirisasi, dan Diplomasi Ekonomi untuk Masa Depan Indonesia

Nasional1027 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk menjalankan transformasi ekonomi secara menyeluruh, memperkuat kemitraan strategis, serta mempercepat transisi menuju energi hijau. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kuncinya pada Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo, pada Senin, 30 Maret 2026.

Di bidang energi, Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia tengah melakukan transformasi besar menuju energi bersih dan terbarukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

banner 970x250

“Dalam tiga tahun ke depan, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya. Bagi kami, ini lebih mendesak karena situasi yang kami lihat,” ujar Presiden.

Selain energi surya, Presiden juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam energi terbarukan lainnya seperti panas bumi, serta pengembangan bahan bakar nabati. Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki salah satu cadangan panas bumi terbesar di dunia dan tengah mempercepat produksi bahan bakar berbasis kelapa sawit, termasuk peningkatan campuran biodiesel dari 40 persen menjadi 50 persen, serta pengembangan bahan bakar berbasis etanol dan berbagai komoditas nabati lainnya.

“Dengan upaya-upaya ini, kita akan berada dalam posisi yang aman untuk menghadapi ketidakpastian apa pun yang ada,” tutur Presiden.

Baca juga:  Vlamindir Putin: Rusia Siap Bantu Indonesia Kembangkan Nuklir

Menyoroti dinamika global yang penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga hubungan ekonomi yang rasional di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin kompleks. “Saat ini kita hidup dalam lingkungan global yang berbeda, penuh risiko, penuh ketidakpastian. Mempertahankan hubungan ekonomi yang rasional sangatlah penting,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan karakter ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan dan kemitraan internasional. Oleh karena itu, Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan prinsip persahabatan seluas-luasnya.

banner 336x280

Komentar