Menkeu Purbaya: Jika Harga Minyak US$ 150/Barel Trump yang Jatuh, Bukan Kita

Nasional16 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran tidak akan berujung pada resesi ekonomi global, termasuk di Indonesia.

Menurutnya, kekhawatiran bahwa harga minyak dunia akan melonjak hingga US$ 200 per barel tidak realistis. Ia meyakini harga energi masih berada dalam batas kendali karena tekanan politik dan ekonomi justru dirasakan oleh negara-negara besar.

“Amerika saja sudah mulai kelabakan. Kalau harga minyak terlalu tinggi, dampaknya langsung ke dalam negeri mereka. Kenaikan harga BBM bisa memicu kemarahan publik,” ujar Purbaya di Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

Ia bahkan menyinggung posisi Donald Trump yang dinilai akan mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga minyak demi menjaga kondisi ekonomi dan politik domestik. Menurutnya, lonjakan harga hingga US$ 150 per barel saja sudah berisiko besar bagi stabilitas politik di Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Purbaya menanggapi keras narasi sejumlah ekonom yang memprediksi Indonesia akan mengalami resesi akibat tekanan global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Ia menilai pernyataan tersebut cenderung membangun ketakutan yang tidak berdasar.

banner 336x280
Baca juga:  200 Hari Kepemimpinan Trump: Tuduhan Otoritarianisme Menguat, Kritik Demokrasi Amerika Memuncak

Komentar