Mengapa Narasi Bahlil ‘Jangan Boros’ Berubah Jadi Polemik ‘Matikan Kompor’?

banner 468x60

Kondisi diperparah oleh gaya komunikasi yang dianggap kurang peka terhadap sensitivitas ekonomi warga akar rumput. Meskipun maksud kebijakan adalah menjaga ketahanan stok, pilihan analogi yang terlalu sederhana justru menjadi celah bagi media untuk melakukan penggiringan opini yang mendistorsi pesan awal menteri di hadapan publik.

“Sudah saatnya berhenti menjadi penonton yang bersorak saat melihat kesalahan, mari bantu pulihkan kondisi dengan cara sederhana yaitu menjaga kedaulatan energi mulai dari rumah masing-masing serta menolak segala bentuk penggiringan opini pemecah belah,” terang Romadhon.

Krisis komunikasi ini menjadi pelajaran penting bagi otoritas terkait dan industri pers. Integritas informasi diuji ketika data teknokratis harus disampaikan kepada masyarakat yang sedang terhimpit beban hidup, di mana satu kata yang salah pilih dapat berubah menjadi bola salju sentimen negatif yang merugikan upaya pemulihan nasional.

“Mari pulih bersama melalui lisan yang terjaga di media sosial serta penghematan energi secara mandiri karena persatuan hari ini adalah warisan terbaik bagi anak cucu agar mereka tidak mewarisi kehancuran ekonomi akibat ketidaksiapan menghadapi tantangan zaman,” Pungkas Romadhon.

banner 336x280
Baca juga:  Danantara Incar Pinjaman USD 10 Miliar Tanpa Jaminan, Siap Genjot Ekspansi Strategis

Komentar