Jutaan Warga Turun ke Jalan dalam Aksi “No Kings”, Gelombang Protes Terbesar di Era Donald Trump

Internasional7 Dilihat
banner 468x60

USA, NUSANTARAVOICE.COM – Gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang Amerika Serikat dan sejumlah negara lain pada Sabtu (28/3/2026), ketika lebih dari 8 juta orang dilaporkan turun ke jalan dalam aksi bertajuk No Kings. Aksi ini disebut sebagai salah satu protes terbesar dalam sejarah modern Amerika dalam satu hari.

Aksi tersebut digelar di lebih dari 3.300 titik di seluruh Amerika Serikat serta meluas ke lebih dari selusin negara di dunia. Koalisi penyelenggara, yang melibatkan organisasi seperti MoveOn, Indivisible, dan jaringan aktivis lainnya, menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan lanjutan dari gerakan sebelumnya yang juga menyedot jutaan massa.

Berbagai isu menjadi pemicu kemarahan publik, mulai dari kebijakan imigrasi dan operasi penegakan hukum oleh ICE, meningkatnya harga kebutuhan pokok, hingga keterlibatan Amerika dalam konflik luar negeri. Sejumlah peserta aksi juga menyoroti ancaman terhadap hak pilih serta ketimpangan ekonomi yang dinilai semakin tajam.

Di kawasan Twin Cities, Minnesota yang meliputi Minneapolis dan St. Paul sekitar 200 ribu orang memadati jalanan di sekitar gedung parlemen negara bagian. Aksi di wilayah ini menjadi salah satu titik utama (flagship event) dengan kehadiran tokoh-tokoh nasional.

Baca juga:  Trump Klaim Capai Kesepakatan Dagang dengan Indonesia: RI ke AS 19% dan AS ke RI 0

Senator independen Bernie Sanders turut berpidato, mengkritik dominasi kelompok ultra-kaya dalam politik Amerika. Sementara itu, musisi legendaris Bruce Springsteen memeriahkan aksi dengan penampilan musik yang disambut antusias massa.

Di New York City, ribuan demonstran memadati Times Square hingga Central Park. Sejumlah tokoh publik seperti Robert De Niro dan aktivis Al Sharpton turut hadir membawa pesan perlindungan demokrasi dan keadilan sosial.

banner 336x280

Komentar