Jutaan Warga Turun ke Jalan dalam Aksi “No Kings”, Gelombang Protes Terbesar di Era Donald Trump

Internasional23 Dilihat
banner 468x60

Aksi serupa juga berlangsung di Washington, D.C. dan Chicago, dengan ribuan peserta menyuarakan penolakan terhadap perang, kebijakan imigrasi, serta tuntutan perbaikan ekonomi domestik. Di Chicago, Wali Kota Brandon Johnson bahkan turut memberikan dukungan langsung kepada massa aksi.

Menariknya, demonstrasi tidak hanya terjadi di kota-kota besar yang cenderung progresif, tetapi juga menjangkau wilayah konservatif seperti Texas, Pennsylvania, dan Idaho. Bahkan, aksi solidaritas digelar di berbagai kota dunia, termasuk Tokyo, Paris, Berlin, Roma, dan Sydney.

Meski berlangsung mayoritas damai, beberapa titik aksi juga diwarnai kehadiran kelompok kontra-demonstran yang mendukung Trump. Di West Palm Beach, Florida, sempat terjadi adu argumen antara kedua kubu.

Pihak Gedung Putih merespons aksi tersebut dengan kritik keras. Juru bicara pemerintah menyebut demonstrasi itu sebagai bagian dari agenda kelompok kiri dan meragukan legitimasi gerakan tersebut. Namun, para penyelenggara menegaskan bahwa aksi No Kings merupakan gerakan non-kekerasan yang bertujuan membangun kekuatan rakyat (people power) secara berkelanjutan.

“Ini bukan akhir, tetapi awal dari konsolidasi gerakan yang lebih luas,” ujar perwakilan koalisi penyelenggara.

Aksi ini mencerminkan meningkatnya polarisasi politik di Amerika Serikat, sekaligus menunjukkan besarnya mobilisasi publik dalam merespons kebijakan pemerintah di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

banner 336x280
Baca juga:  Inggris dan AS Waspada Terhadap Kemungkinan Kesepakatan Nuklir Iran-Rusia

Komentar