Dari Nol di Tanah Rantau, Kisah Safiul Akbar dan Momen Mudik Jet Pribadi yang Viral

Kiprah organisasinya cukup luas. Ia pernah menjabat sebagai Ketua OKK di KNPI serta Ketua Kaderisasi di AMPI. Selain itu, ia juga aktif di HIPMI pada masa kepemimpinan Erwin Aksa dan Raja Sapta Oktohari.

Pada 2014, Safiul mengambil keputusan besar dengan meninggalkan dunia politik untuk fokus mengembangkan bisnis. Keputusan tersebut justru mempertemukannya dengan Bahlil Lahadalia, yang saat itu menjabat Ketua Umum HIPMI. Dari hubungan profesional tersebut, keduanya membangun kerja sama bisnis yang erat.

Seiring waktu, Safiul kembali ke panggung politik dan kini dipercaya sebagai Ketua DPP Partai Golkar, membidangi Ketenagakerjaan dan Pengembangan Profesi. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal GAPENSI.

Dalam perjalanannya, Safiul memegang teguh filosofi hidup sederhana namun bermakna. Ia meyakini prinsip man jadda wa jada siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil serta keyakinan bahwa keberhasilan ditentukan oleh pola pikir dan kerja keras.

Meski merantau tanpa koneksi keluarga di ibu kota, ia mampu membuktikan bahwa putra daerah dapat berperan dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional. Nilai kedisiplinan, loyalitas, dan integritas menjadi prinsip yang selalu ia jaga, termasuk komitmennya untuk tidak menzalimi orang lain dan menghindari sikap serakah.

Kini, selain mendukung kepemimpinan Bahlil di Partai Golkar dan pemerintahan nasional, Safiul juga berkomitmen untuk lebih sering kembali ke Sulawesi Tenggara guna mendorong pembangunan daerah.

Ia pun tak melupakan sosok yang pertama kali membimbingnya di dunia politik, yakni Marwah Daud Ibrahim, yang menjadi panutan dalam perjalanan awal kariernya.

Perjalanan hidup Safiul menjadi bukti bahwa kerja keras, pendidikan, dan konsistensi dapat membawa seseorang dari daerah menuju panggung nasional.

Peristiwa mudik menggunakan jet pribadi ini pun tak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga simbol keberhasilan putra daerah. Bagi sebagian masyarakat, momen ini menghadirkan kebanggaan sekaligus inspirasi bahwa anak daerah mampu menembus panggung nasional, bahkan menikmati fasilitas kelas dunia.

Ke depan, Safiul berkomitmen untuk lebih sering kembali ke Sulawesi Tenggara dan berkontribusi dalam pembangunan daerah, tanpa melupakan akar dan perjalanan panjang yang telah membentuk dirinya.