Menurutnya, kehadiran Presiden menjadi suntikan semangat bagi warga untuk bangkit dari keterpurukan. Ia melihat optimisme baru mulai tumbuh di tengah masyarakat untuk kembali berdiri dan maju.
“Kehadiran Bapak ke mari menambah semangat kami untuk kami optimistis kami harus bisa maju, bisa bangkit lagi, berdiri tanpa bantuan dari orang lain,” tambahnya.
Sementara itu, haru tak terbendung dari Ibu Rusnida, yang tak kuasa menahan air mata saat menceritakan pengalamannya. Baginya, kunjungan Presiden merupakan sesuatu yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Pak Presiden ke mari, kami senang. Senang, kami tak pernah dikunjungi Presiden, sekarang dikunjungi karena ada musibah yang besar datanglah Presiden ke mari,” ucapnya lirih.
Di balik rasa haru tersebut, tersimpan harapan sederhana namun mendalam agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik, terutama bagi generasi muda. “Biar lebih bagus, anak-anak di sini biar dapat kerja semua,” harapnya.
Kehadiran Presiden di tengah warga yang tengah bangkit dari bencana bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan simbol bahwa negara hadir dan tidak meninggalkan rakyatnya. Di tengah keterbatasan, momen Lebaran ini menjadi penguat semangat, bahwa dari duka bisa lahir harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.











Komentar