Untuk menambah kemeriahan puncak perayaan, pemerintah daerah juga berencana menghadirkan artis nasional dalam panggung hiburan rakyat.
Selain itu, rangkaian kegiatan wisata akan dikemas dalam bentuk program funtrip yang mengajak peserta mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tenggara.
Beberapa destinasi yang masuk dalam agenda kunjungan tersebut antara lain Pulau Bokori, Pulau Hari, Saponda Dalam, Saponda Luar, serta Tanjung Kartika yang dikenal memiliki panorama laut dan keindahan alam khas kawasan wisata bahari.
Ridwan menegaskan bahwa penyelenggaraan HUT Sultra tahun ini mengusung konsep kolaborasi pentahelix, yakni kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Dalam penyelenggaraannya kami melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha perjalanan wisata, sektor perhotelan, hingga komunitas kreatif. Tujuannya agar kegiatan ini benar-benar berdampak pada peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi lokal,” jelasnya.
Anggaran sebesar Rp3,7 miliar yang dialokasikan oleh pemerintah provinsi akan digunakan untuk berbagai kebutuhan kegiatan, mulai dari penyediaan fasilitas acara, promosi pariwisata, hingga dukungan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Melalui perayaan HUT Sultra yang dikemas lebih inovatif dan terbuka bagi masyarakat, pemerintah daerah berharap momentum ini dapat menjadi ajang promosi besar bagi potensi wisata dan budaya Sulawesi Tenggara, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.














Komentar