Komitmen Presisi di NTT: Melawan Impunitas, Memulihkan Kepercayaan Rakyat

Berita110 Dilihat
banner 468x60

“Pencopotan ini hanyalah langkah awal; Polri wajib melakukan audit total pada direktorat narkoba agar fungsi penegakan hukum tidak lagi dicemari oleh mentalitas pemburu rente,” tegas Romadhon, menambah catatan kritis demi keseimbangan marwah institusi.

Di sisi lain, transparansi Polda NTT dalam mengungkap borok internalnya justru memancing senyum optimis dari masyarakat. Keberanian mengakui kesalahan personel secara terbuka justru menaikkan wibawa Polri sebagai institusi yang ksatria. Langkah ini memberikan rasa aman bagi warga dan menjadi peringatan bagi anggota polisi lainnya untuk tidak main-main dengan sumpah jabatan. Pola kepemimpinan yang inklusif dan responsif seperti ini diharapkan menjadi blueprint bagi Polda lain di seluruh penjuru Indonesia dalam menghadapi krisis kepercayaan.

Keberhasilan menjaga stabilitas Kamtibmas dan prestasi-prestasi sebelumnya di NTT seolah mendapatkan mahkotanya melalui keberanian penegakan disiplin ini. Personel yang berprestasi merasa dihargai, sementara mereka yang melanggar menyadari bahwa tidak ada tempat berlindung di balik seragam cokelat. Sinergi antara kritik pedas dan dukungan hangat publik menciptakan ruang dialektika yang sehat bagi pertumbuhan Polri yang lebih humanis dan modern di masa depan, sesuai dengan cita-cita Polri Presisi yang sesungguhnya.

Baca juga:  Jeritan Santri di Lumbung Nikel: Pondok Pesantren Imam Syafi’i di Kolaka Terancam Digusur oleh “Cakaran” Tambang PT IPIP

“Kita mendukung Polri yang berbenah, namun pengawasan harus diperketat agar tidak ada lagi ruang bagi oknum untuk berkhianat pada mandat rakyat dan konstitusi,” pungkas Romadhon.

banner 336x280

Komentar