Kondisi tersebut berdampak pada kualitas bahan pangan yang disimpan. Gubernur bahkan menemukan buah yang sudah dalam kondisi busuk akibat penyimpanan yang tidak sesuai standar.
“Penyimpanan makanan harus memenuhi standar agar bahan pangan tetap segar dan aman dikonsumsi. Kalau kulkasnya tidak dingin, makanan bisa cepat rusak,” ujarnya.
Tak hanya itu, gubernur juga menyoroti jenis beras yang digunakan untuk memasak. Berdasarkan petunjuk teknis (juknis), beras yang digunakan dalam penyediaan makanan harus beras premium. Namun di lokasi, ditemukan beras curah yang kualitasnya tidak sesuai ketentuan.
“Sesuai juknis, beras yang digunakan harus beras premium, bukan beras curah. Ini harus diganti agar kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Selain meninjau SPPG Tiworo Tengah di Kabupaten Muna Barat, sebelumnya Gubernur Sultra juga telah melakukan peninjauan di SPPG Lohia, Kabupaten Muna, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja dalam Safari Ramadan untuk memastikan layanan pemenuhan gizi masyarakat berjalan sesuai standar.











Komentar