“Kami tetap berada dalam barisan pendukung Polri yang profesional. Namun kami juga harus berani mengingatkan: jangan sampai ego sektoral atau semangat berlebihan di lapangan justru menjadi bumerang bagi citra institusi secara nasional,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran kepolisian untuk lebih mengedepankan pendekatan dialogis dalam menghadapi dinamika kritik dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak selalu harus dijawab dengan pendekatan represif.
Publik kini menaruh harapan besar agar ada evaluasi internal yang menyeluruh terhadap peristiwa tersebut. Polri yang kuat, kata Romadhon, adalah institusi yang berani melakukan koreksi diri ketika terdapat langkah yang dinilai kurang tepat di mata masyarakat.
Sebagai penutup, Romadhon Jasn menegaskan bahwa JAN akan terus menjadi mitra strategis bagi Polri dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus mengawal proses reformasi institusi.
“Kepentingan kita adalah Indonesia yang damai dan berwibawa. Jaringan Aktivis Nusantara akan tetap mendukung langkah Kapolri dalam membangun Polri yang profesional. Namun kami juga siap menjadi pengingat jika ada tindakan yang berpotensi mencederai nalar publik. Mari kita jaga marwah institusi ini dengan tindakan yang benar-benar melindungi, mengayomi, dan melayani dengan hati dan akal sehat,” pungkasnya.













Komentar