Menuju Pertumbuhan 8 Persen, Generasi Muda dan Investasi Jadi Motor Ekonomi Nasional

Daerah, Jawa Timur46 Dilihat

“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting. Jika regulasi mendukung dan ekosistem bisnis semakin sehat, maka sektor swasta akan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” Ujarnya.

Di sisi lain, Pengamat ekonomi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Ach. Barocky Zaimina, menekankan pentingnya memperkuat resiliensi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang semakin kompleks. Ia menjelaskan bahwa perekonomian dunia saat ini masih dibayangi berbagai tantangan, mulai dari konflik geopolitik, fluktuasi harga energi dan pangan, hingga perubahan rantai pasok global.

Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat, ditopang oleh pasar domestik yang besar, kekayaan sumber daya alam, serta bonus demografi yang dapat menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, diperlukan langkah strategis yang terukur, seperti peningkatan produktivitas sektor industri, penguatan hilirisasi sumber daya alam, serta percepatan transformasi digital.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih tinggi, tetapi hal itu harus diiringi dengan kebijakan yang konsisten, penguatan investasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” Kata Ach. Barocky Zaimina.

Ia juga menekankan bahwa stabilitas politik dan kepastian regulasi menjadi faktor penting yang akan menentukan tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

“Stabilitas politik yang terjaga serta regulasi yang jelas dan tidak berubah-ubah akan memberikan sinyal positif bagi investor. Ketika kepastian hukum dan kebijakan ekonomi terjamin, maka arus investasi akan lebih mudah masuk dan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” Pungkasnya.