8 Rekomendasi Reformasi Polri Bocor, Aktivis: Ini ‘Vitamin’ Buat Polisi Lebih Hebat

Berita97 Dilihat

Romadhon Jasn menambahkan bahwa sinergi antara rekomendasi para ahli dan dukungan aktivis adalah kunci keberhasilan transformasi ini. “Aktivis di lapangan harus menyambut dokumen ini dengan akal sehat, mengawalnya agar benar-benar dijalankan, bukan cuma jadi arsip di lemari presiden. Kami di JAN percaya bahwa jika Polri kuat secara sistem, maka rakyatlah yang paling diuntungkan. Jangan lagi ada sekat antara keinginan publik dan kebijakan pimpinan, karena di situlah letak kekuatan sejati sebuah bangsa yang besar,” tambah Romadhon.

Keterbukaan informasi terkait hasil kerja Komisi Reformasi ini juga menjadi bukti bahwa di era kepemimpinan Presiden Prabowo, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi jika tujuannya untuk kebaikan nasional. Penempatan dokumen ini sebagai konsumsi publik nantinya akan memicu diskusi sehat yang mencerahkan. Polisi yang hebat adalah polisi yang berani dikritik secara rasional dan didukung secara emosional oleh rakyatnya sendiri karena kinerjanya yang jempolan.

Ke depan, tantangan Polri adalah bagaimana menerjemahkan delapan rekomendasi tersebut ke dalam pelayanan harian. Masyarakat menunggu perubahan pada cara polisi merespons laporan, cara mereka berpatroli, hingga cara mereka mengayomi tanpa membeda-bedakan status sosial. Jika ini berhasil dilakukan, maka visi Kapolri untuk membawa institusi tetap dalam satu barisan bersama rakyat akan menjadi fondasi yang mustahil untuk digoyahkan oleh kepentingan apa pun.

Sebagai penutup, Romadhon Jasn menekankan pentingnya komitmen jangka panjang dalam mengawal hasil reformasi ini. “Mari kita tempatkan kepentingan bersama di atas segala perdebatan teknis. Jaringan Aktivis Nusantara mengajak semua pihak untuk berdiri tegak mendukung implementasi rekomendasi ini bersama Kapolri. Ini adalah langkah besar untuk membuktikan bahwa Indonesia punya sistem keamanan yang paling dewasa di kawasan, di mana kritik diolah menjadi prestasi, dan masukan rakyat berubah jadi kebijakan yang menyejahterakan,” pungkasnya.