Kado Ulang Tahun untuk Rakyat: Kisah Perahu Layar dan Filosofi Kepala Ikan

banner 468x60

Dengan menolak fasilitas negara, ia memberi pesan kuat kepada seluruh jajarannya: jika gubernurnya tidak “macam-macam” dengan uang negara, maka bawahannya pun tak punya alasan untuk menyimpang. Integritas. Itu pesan besarnya.

Di awal pemerintahannya ini, ASR menyadari satu hal. Untuk bisa mewujudkan cita-citanya membangun Sultra, tidak hanya bisa mengandalkan anggaran semata, tetapi juga strategi yang matang. Anggaran besar sekalipun tanpa tata kelola pemerintahan yang bersih, justru akan menimbulkan inefisiensi.

Potensi-potensi daerah dimaksimalkan. Ia lantas menemukan setidaknya 800 aset milik pemprov yang bermasalah. Dengan berbagai keadaannya. Dikuasai orang. Dokumennya entah kemana. Hingga arsip yang tidak tertata.

ASR mulai membenahinya. Aset adalah modal dasar pembangunan. Jika aset-aset ini kembali dikuasai pemprov sepenuhnya, tentu dapat mengurangi ketergantungan pemda yang semata mengandalkan transfer dana pemerintah pusat.

Penuntasan aset ini dipetakan berdasarkan skala prioritasnya. Berangkat dari status “clean and clear”. Aset-aset dengan kepemilikan dan penguasaan dokumen yang jelas menjadi prioritas untuk dibenahi.

ASR juga menyadari satu hal. Potensi tambang yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Sultra, suatu saat akan habis. Sumber daya manusia harus disiapkan dengan baik.

Baca juga:  Skandal Stadion Motewe Rp34,8 Miliar: Kejari Muna Geledah Dua OPD, Sempat Ada Indikasi Dokumen Disembunyikan

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi harus diakselerasi dengan konektifitas. Pembangunan infrastruktur menjadi harga mati. Dan untuk menjaga kelangsungan hidup, pangan harus terjamin. Tersedia dalam jumlah yang cukup, terjangkau harganya, dan aman untuk dikonsumsi. ASR memutuskan empat prioritas utamanya: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pangan berbasis agromaritim.

Kini, di tengah perjuangan mewujudkan empat pilar prioritas, Andi Sumangerukka merayakan hari kelahirannya yang jatuh tepat pada hari ini, 11 Maret.

Di usianya yang kian matang, ia akan terus membawa semangat pengabdian yang diwarisinya dari ketulusan warga Wawonii dan kedisiplinan sang ayah. Doa-doa terbaik untuk kesehatan dan kebahagiaan senantiasa mengalir bagi sosok yang memilih jalan sunyi tanpa fasilitas negara demi menjaga “kepala ikan” tetap bersih.

Semoga momentum ulang tahun ini menjadi bahan bakar semangat bagi ASR untuk menuntaskan janji batinnya: membalas kebaikan rakyat dengan pembangunan yang merata dan pemerintahan yang bersih hingga akhir masa jabatannya.

banner 336x280

Komentar