Dari Sungai ke Harapan: Kisah Yamisa, Jembatan Baru, dan Impian Makan Bergizi Gratis

Nasional12 Dilihat
banner 468x60

BOGOR, NUSANTARAVOICE.COM- Sore itu, Senin, 9 Maret 2026, layar besar di Hambalang menampilkan wajah-wajah yang pernah viral di media sosial—anak-anak sekolah dari Nias Selatan yang dahulu harus menyeberangi sungai demi pergi ke sekolah. Kini mereka berdiri di hadapan Presiden Prabowo Subianto, bukan lagi sebagai kisah kesulitan, tetapi sebagai simbol harapan.

Di antara mereka ada Yamisa Zebua, siswa kelas 12 berusia 17 tahun. Dialah salah satu anak yang dulu berani menyampaikan keluhan langsung kepada Presiden melalui video yang kemudian tersebar luas. Kini, setelah jembatan yang mereka impikan berdiri, Yamisa menyampaikan terima kasih.

“Terima kasih atas semua bantuan yang telah Bapak berikan kepada kami,” kata Yamisa dengan suara tenang namun penuh keyakinan.

Saat video viralnya diputar, Presiden pun mengenali wajahnya. “Yamisa, itu kamu. Kamu itu ya? Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden,” ujar Presiden sambil tersenyum. “Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar.”

Namun bagi Yamisa, jembatan bukan satu-satunya yang ingin ia sampaikan. Di balik rasa terima kasih itu, ia membawa pesan lain, tentang harapan anak-anak desa terhadap program Program Makan Bergizi Gratis.

Baca juga:  Visioner Indonesia Minta Publik Tidak Besar-besarkan Isu Undangan Berkop BNPB

“Izin Pak, tentang MBG. MBG-nya masih belum sampai di sekolah kami,” ujar Yamisa dengan jujur.

Presiden tampak terkejut. “Belum sampai?” tanyanya.

“Iya, Pak. Orang tua kami tidak mampu,” jawab Yamisa.

banner 336x280

Komentar