Sebelumnya, Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Teheran pada 28 Februari, memicu eskalasi konflik besar antara Iran dan Israel.
Pertempuran kedua negara terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Serangan Iran dilaporkan menghantam infrastruktur energi di kawasan Teluk, sementara Israel menargetkan fasilitas penyimpanan minyak dan bahan bakar di dalam wilayah Iran.
Gelombang serangan terbaru Iran pada Minggu juga dilaporkan mengenai sejumlah negara Teluk, termasuk Saudi Arabia, United Arab Emirates, Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat 15 drone, sementara serangan di Bahrain menyebabkan kerusakan pada fasilitas penting penyulingan air laut.
Sementara itu, konflik juga meluas ke Lebanon. Militer Israel melancarkan serangan intensif terhadap posisi kelompok bersenjata Hezbollah yang berbasis di negara tersebut.
Serangan di Beirut dilaporkan menewaskan empat orang dalam ledakan di sebuah hotel, sementara serangan di wilayah selatan Lebanon menewaskan 12 orang lainnya. Israel menyatakan target serangan tersebut adalah komandan penting dari pasukan elit Iran, Quds Force.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya 339 orang telah meninggal akibat konflik tersebut, sementara organisasi kemanusiaan Norwegian Refugee Council melaporkan sekitar 300.000 warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Di tengah meningkatnya konflik, pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang sebelumnya meminta maaf kepada negara-negara Teluk dan menjanjikan penghentian serangan justru memunculkan indikasi perpecahan di dalam elite pemerintahan Iran. Namun di lapangan, operasi militer Iran tetap berlanjut.
















Komentar