Menakar Kompas Bebas Aktif di Era Prabowo: Diplomasi Indonesia di Tengah Krisis Global

Berita47 Dilihat
banner 468x60

“Kedaulatan sejati tidak diukur dari seberapa cepat kita berteriak di ruang publik, melainkan dari seberapa kokoh kita berdiri di atas prinsip persahabatan yang substantif tanpa harus didikte oleh pihak lain,” kata Romadhon Jasn dalam analisisnya mengenai posisi tawar Indonesia saat ini.

Tawaran mediasi yang diajukan Indonesia di tengah eskalasi Timur Tengah tetap menjadi inisiatif moral penting bagi perdamaian dunia. Meskipun sebagian pihak menilai langkah tersebut kurang “hangat”, posisi Indonesia sebagai jembatan dialog tetap krusial karena memiliki akses komunikasi dengan berbagai pihak yang bertikai.

Narasi yang meragukan independensi Indonesia sebenarnya mengabaikan fakta bahwa komunikasi jalur belakang atau back-channel diplomacy sering kali jauh lebih efektif dibanding retorika terbuka. Publik perlu memahami bahwa integritas negara tidak luntur hanya karena prosedur diplomatik berbeda dari kebiasaan masa lalu yang mungkin dianggap lebih populis.

“Kepercayaan publik adalah modal utama pembangunan yang harus dijaga melalui informasi yang utuh, agar rakyat meyakini bahwa Presiden memiliki tekad kuat membawa Indonesia menjadi bangsa yang makmur dan dihormati dunia,” pungkas Romadhon Jasn.

banner 336x280
Baca juga:  Habib Bahar bin Smith Ditetapkan Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang

Komentar