Selain itu, Nasaruddin Umar juga menyinggung kemungkinan perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di Indonesia. Ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi dalam kehidupan beragama di tanah air dan akan ditentukan melalui sidang isbat.
“Dan Lebarannya pun juga ya perbedaan itu kita terima sebagai suatu hal yang biasa di Indonesia. Nanti kita akan lihat sidang isbat penentuannya kapan pastinya akan Idulfitri nanti akan datang,” kata Nasaruddin.
Menag pun menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya menjaga suasana toleransi dan kerukunan antarumat beragama, terutama dalam momentum hari-hari besar keagamaan yang berdekatan waktunya.
Momentum berdekatan antara Nyepi dan malam takbiran pun menjadi contoh nyata betapa kuatnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia, nilai yang harus terus dijaga dan diperkuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.











Komentar