IDI Muna Berbakti untuk Negeri: Harmoni Pengabdian Kesehatan, Budaya Lokal, dan Kebijakan Publik

banner 468x60

Oleh : dr. L.M. Yakdatamare Yakub, S.Ked., M.H (Kes)

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Muna bersama IDI Cabang Muna Barat sukses melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan tema “IDI Muna berbakti untuk Negeri”. Kegiatan kolaboratif ini bukan saja mempresentasikan pengapdian profesi kedokteran, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Muna yang menjunjung tinggi kebersamaan, kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “IDI Muna berbakti untuk negeri” terlaksana di SD Negeri 4 Pasir Putih, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Minggu, 15 Februari 2026.

Bakti sosial ini merupakan bukti pengabdian pada masyarakat yang memiliki korelasi dengan ungkapan simbolik pomoa-moasigho  berarti saling menyayangi dan menjaga, tatkala menjadi fondasi relasi sosial yang masih terjaga hingga sampai saat ini. Dari aksi tersebut para Dokter dan tenaga kesehatan hadir bukan saja sebagai layanan medis, namun menjadi bagian masyarakat, menyatu dengan denyut kehidupan lokal.

Hadirnya IDI di tengah masyarakat Pasir Putih juga memperkuat makna pengabdian berbasis empati, kesederhanaan, dan keikhlasan, sebagaimana selaras dengan nilai-nilai budaya Muna yakni memanusiakan manusia sebagai poros utama.

Kegiatan sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) dirancang secara komprehensif guna mewujudkan kebutuhan masyarakat. Aksi ini, menjadi upaya strategis guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi ke-gawatdaruratan, dan sejalan dengan pendekatan promotif dan preventif dalam kebijakan pembangunan kesehatan nasional.

Baca juga:  Sekda Sultra Hadiri Pengukuhan DWP Setda Provinsi

Selanjutnya Sinergisitas antara IDI, Pemda kabupaten Muna dan seluruh lintas sektor terkait, juga merupakan implementasi kebijakan kesehatan daerah, dengan cenderung menggunakan pendekatan integratif, kolaboratif dan berorientasi pelayanan kesehatan primer. Sebut saja sirkumsisi atau khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis oleh dokter umum dan dokter spesialis, serta layanan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Tindakan tersebut memperkuat aspek kuratif dan deteksi dini penyakit, khususnya bagi kelompok rentan yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

banner 336x280

Komentar