Rudal Iran Hantam Hotel Mewah di Dubai, Konflik Meluas ke Sejumlah Negara Timur Tengah

Internasional5 Dilihat
banner 468x60

Lebanon dan Yordania Dilanda Kepanikan

Ketegangan juga terasa di Lebanon. Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU, sementara penerbangan komersial di Bandara Beirut dibatalkan. Warga berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok, mengingat kembali memori konflik 2024 dengan Israel.

Perhatian tertuju pada kelompok Hizbullah, yang sebelumnya menyatakan bahwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, merupakan garis merah. Namun dalam pernyataan terbarunya, Hizbullah belum memastikan keterlibatan langsung dalam konflik, meski mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel.

Di Yordania, serpihan rudal yang berhasil dicegat Israel jatuh di kota Irbid dan menyebabkan kebakaran.

Sejumlah negara Arab mengecam serangan Iran sebagai pelanggaran kedaulatan. Qatar menyebut serangan terhadap wilayahnya sebagai “serangan langsung terhadap keamanan nasional” dan menegaskan haknya untuk merespons.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan NBC menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan pada pangkalan militer Amerika Serikat sebagai tindakan membela diri, bukan untuk menyerang negara-negara Teluk.

Analis menilai bahwa memperluas serangan ke negara-negara Teluk berisiko memperburuk eskalasi dan menyeret kawasan ke konflik yang lebih luas. Negara-negara Teluk sebelumnya berupaya mencegah Washington melancarkan serangan terhadap Iran karena khawatir dampak destabilisasi regional.

Baca juga:  Rusia Cemas: Runtuhnya Rezim Iran Ancam Kepentingan Geopolitik Moskow

Konflik yang oleh Washington disebut sebagai “Operation Epic Fury” kini berkembang jauh melampaui ketegangan langsung antara Iran dan Israel, dan berpotensi menjadi salah satu eskalasi terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

banner 336x280

Komentar