Usai upacara penyambutan, Presiden Prabowo bersama Raja Abdullah II kemudian menuju ruang kerja istana untuk melakukan pertemuan tête-à-tête yang diikuti dengan pertemuan lanjutan dengan delegasi kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis mulai dari penguatan kerja sama kedua negara hingga kolaborasi di bidang kemanusiaan, termasuk terkait stabilitas dan perdamaian kawasan.
Tahun 2026 menjadi momentum bagi Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah karena menandai 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Dalam kurun waktu tersebut, hubungan bilateral kedua negara terus berkembang secara konstruktif pada sejumlah bidang strategis mulai dari politik, pertahanan, ekonomi, hingga pendidikan.
Bagi Indonesia, Kerajaan Yordania juga merupakan mitra penting sekaligus hub logistik Indonesia di kawasan Timur Tengah. Kunjungan Presiden Prabowo ke Istana Basman pun diharapkan dapat memperkokoh kemitraan strategis yang konkret serta memperluas kolaborasi di berbagai bidang lainnya.
