Di sisi lain, terdapat perdebatan internal di pemerintahan mengenai efektivitas serangan udara dalam memaksa Iran menyerah atau bahkan menggoyahkan rezim. Beberapa pejabat mengeksplorasi opsi kompromi, termasuk kemungkinan mengizinkan Iran mempertahankan pengayaan nuklir terbatas untuk tujuan medis dan energi sipil.
Sementara itu, Rubio dijadwalkan bertolak ke Israel pada 28 Februari untuk memberikan pembaruan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengenai hasil negosiasi.
Ketegangan juga terlihat dari pernyataan publik kedua pihak. Witkoff menegaskan bahwa arahan Trump jelas: Iran harus menghentikan seluruh aktivitas pengayaan nuklir. Namun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan Teheran tidak siap melepaskan hak pengayaan tersebut.
Di tengah ketidakpastian diplomatik, AS telah mengerahkan kekuatan militernya dalam jumlah besar ke Timur Tengah terbesar sejak invasi Irak 2003. Kapal induk tercanggih Angkatan Laut AS, USS Gerald Ford, diperkirakan segera tiba di kawasan, bergabung dengan puluhan jet tempur F-35 dan F-22 serta pesawat pengebom dan pengisian bahan bakar udara yang telah lebih dulu dikerahkan.
Langkah ini memberi Trump opsi untuk melancarkan kampanye udara berkepanjangan terhadap Iran, bukan sekadar serangan terbatas seperti operasi musim panas lalu yang menyasar fasilitas pengayaan di Fordow, Isfahan, dan Natanz.
Dengan negosiasi yang memasuki fase krusial, keputusan Trump dalam beberapa hari ke depan berpotensi menentukan arah stabilitas kawasan Timur Tengah apakah menuju kesepakatan diplomatik atau konfrontasi militer terbuka.
