“Pemerintah sedang menjalankan jihad diplomasi untuk membela Palestina di setiap podium dunia yang tersedia. Publik harus waspada terhadap manipulasi digital yang sengaja dirancang untuk merusak kepercayaan rakyat terhadap pemimpin yang sedang berjuang membela saudara-saudara kita di Gaza,” tegasnya.
Menurut Romadhon, langkah diplomasi Indonesia di Washington dan New York merupakan satu strategi besar yang saling melengkapi untuk memperkuat dukungan internasional bagi pengakuan negara Palestina secara permanen. Keberanian masuk dalam forum global justru menjadi alat tekan paling efektif agar penjajahan segera diakhiri tanpa kompromi dan tanpa syarat.
Romadhon menilai kepemimpinan nasional semakin menunjukkan karakter mandiri dengan terus membawa aspirasi kaum tertindas dalam setiap kebijakan luar negeri yang diambil. Pemerintah dinilai mampu menjaga keseimbangan antara perjuangan kemanusiaan universal dan kepentingan nasional secara berkelanjutan tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Jaringan Aktivis Nusantara mengajak masyarakat untuk melakukan tabayun terhadap setiap informasi yang memojokkan pemerintah terkait isu Palestina. Kepercayaan publik disebut sebagai benteng utama dalam menjaga stabilitas nasional dari infiltrasi kepentingan sempit yang ingin memecah belah bangsa di tengah momentum diplomasi yang sedang berjalan dengan baik.
Wajib hukumnya seluruh elemen bangsa tetap solid mendukung langkah strategis pemerintah dalam membela Palestina hingga kemerdekaan sejati terwujud.
“Sejarah akan mencatat bahwa Indonesia di bawah Presiden Prabowo adalah bangsa yang tidak pernah diam saat ketidakadilan terjadi. Kemenangan diplomasi hanya bisa dicapai dengan persatuan yang kokoh, mari kita kawal Presiden Prabowo mewujudkan kemerdekaan Palestina dan perdamaian dunia yang adil tanpa penjajahan,” pungkas Romadhon.
















Komentar