Berbeda dengan City yang unggul lebih awal, Liverpool harus menunggu hingga detik-detik akhir untuk memastikan kemenangan. Bertandang ke markas Nottingham Forest, The Reds menang tipis 1-0 lewat gol Alexis Mac Allister pada menit 90+7.
Meski Nottingham tampil lebih agresif dengan 18 tembakan, efektivitas menjadi pembeda. Liverpool hanya melepaskan 10 tembakan, tetapi mampu mencatatkan 4 yang tepat sasaran, dua kali lebih banyak dibanding tuan rumah. Dengan 53 persen penguasaan bola dan 8 tembakan dari dalam kotak penalti, Liverpool menunjukkan ketajaman dalam memaksimalkan momen krusial.
Arsenal FC 4-1 Tottenham Hotspur

Sementara itu, Arsenal tampil paling impresif dengan kemenangan telak 4-1 atas Tottenham Hotspur dalam derbi London. Spurs sempat membuka keunggulan melalui Randal Kolo Muani pada menit ke-34, namun Arsenal merespons dengan performa luar biasa.
Eberechi Eze mencetak dua gol (32’, 61’), sedangkan Viktor Gyökeres menambah dua gol lainnya (47’, 90+4’). Dominasi Arsenal terlihat jelas lewat 61 persen penguasaan bola dan 20 total tembakan, berbanding hanya 6 milik Spurs. Dari jumlah tersebut, 13 tembakan Arsenal berasal dari dalam kotak penalti, mencerminkan tekanan konstan sepanjang laga.
Tiga pertandingan ini memperlihatkan wajah kompetisi yang semakin kompetitif: Manchester City menang lewat konsistensi, Liverpool melalui mentalitas hingga menit akhir, dan Arsenal dengan dominasi penuh. Persaingan papan atas pun kian memanas seiring ketatnya perburuan posisi terbaik di klasemen.











Komentar