Rapat Sektor Pariwisata Sultra Bahas Investasi, Bandara Internasional, dan Pasar Tiongkok

banner 468x60

Selain itu, kesiapan destinasi dari sisi budaya dan fasilitas pendukung harus diperkuat agar wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja (spending) di daerah. Dari sisi promosi, rapat tersebut juga mengusulkan percepatan publikasi dan peningkatan rating destinasi di tingkat global. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pembangunan Tourist Information Center (TIC) di lokasi strategis seperti Tiongkok, Jakarta, atau titik sentral lainnya sebagai sarana promosi potensi wisata dan budaya Sulawesi Tenggara.

Perwakilan ASTINDO, Sartika, menyatakan dukungannya terhadap upaya pembukaan akses internasional di Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Direktur Bisnis Wilayah Asia Timur Cocos Tour, Dino Gobel, mengungkapkan bahwa sejak 2017 pihaknya telah membuka direct flight (penerbangan langsung) Guangzhou–Manado. Melalui program travel charter dari kota-kota besar seperti Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, hingga Taipei menuju Manado.

Terbaru, Cocos Tour juga telah menyepakati pembukaan rute penerbangan Tiongkok–Palu yang dijadwalkan mulai Mei 2026 mendatang. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif kebangkitan pasar wisata Tiongkok di kawasan Sulawesi.

Menurut Dino Gobel, Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sekaligus kawasan investasi strategis.

“Sulawesi Tenggara merupakan destinasi wisata dan investasi potensial. Kami berkomitmen membantu memajukan daerah Sultra, khususnya dalam konteks pariwisata,” ujarnya.

Baca juga:  Oknum Provos Kantor Syahbandar Kendari Mengamuk, Tendang Dagangan Pedagang, Netizen Kecam Aksi Brutal

Ia juga mendorong penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan bahasa internasional, khususnya Bahasa Inggris dan Mandarin bagi pelaku ekonomi kreatif, pemandu wisata, hingga pelaku usaha perhotelan dan UMKM. Dengan kesiapan bahasa, wisatawan mancanegara diharapkan merasa lebih nyaman selama berada di Sulawesi Tenggara.

Rapat tersebut menegaskan bahwa penguatan status bandara internasional, integrasi konektivitas, kepastian investasi, serta penetrasi pasar global menjadi kunci percepatan pembangunan sektor pariwisata Sulawesi Tenggara ke depan.

banner 336x280

Komentar