Akril juga mengapresiasi dimensi sosial dalam kegiatan tersebut, seperti pembagian paket makanan gratis dan santunan kepada para penghafal Al-Qur’an. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial, terlebih di bulan Ramadan yang sarat nilai empati dan solidaritas.
Sebagai organisasi kepemudaan yang mendorong gagasan pembangunan progresif dan inklusif, Visioner Indonesia memandang Ramadan Sultra Fest 2026 sebagai model kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah. “Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin diperluas, agar dampaknya tidak hanya terasa di Kota Kendari, tetapi juga menjangkau kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara,” tambahnya.
Akril menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari proyek besar, tetapi juga dari bagaimana pemerintah dan lembaga keuangan hadir mendampingi UMKM, memperkuat literasi, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
