Ramadan Sultra Fest 2026: Sinergi Pemprov, Bank Sultra, dan BI Menggerakkan UMKM serta Literasi Keuangan di Bumi Anoa

KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM- Ramadan 1447 Hijriah di Kendari tahun ini terasa lebih hidup dari biasanya. Di pelataran Eks MTQ, suasana sore menjelang berbuka tidak hanya dipenuhi aroma takjil dan riuh canda keluarga, tetapi juga denyut ekonomi rakyat yang bergerak perlahan namun pasti. Ramadan Sultra Fest 2026 hadir bukan sekadar sebagai agenda musiman, melainkan sebagai simbol kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Bank Sultra, dan Bank aş Indonesia dalam memperkuat UMKM dan literasi keuangan masyarakat.

Digelar selama 23 hari, mulai 21 Februari hingga 15 Maret 2026, Ramadan Sultra Fest dirancang sebagai ruang interaksi ekonomi, sosial, dan edukatif. Sekitar 30 tenant UMKM ambil bagian, menghadirkan ragam menu dari takjil tradisional, minuman segar khas Ramadan, hingga makanan berat untuk berbuka puasa. Bagi pelaku usaha kecil, momentum Ramadan memang selalu menjadi masa panen. Namun melalui festival ini, potensi tersebut tidak dibiarkan berjalan sendiri, melainkan difasilitasi dan diperkuat dalam ekosistem yang lebih terstruktur.

Soft launching yang digelar pada 21 Februari menjadi langkah awal sebelum grand launching yang direncanakan lebih besar. Strategi bertahap ini menunjukkan keseriusan penyelenggara dalam membangun fondasi kegiatan agar berkelanjutan. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan geliat UMKM di Sulawesi Tenggara, khususnya Kota Kendari, sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas.

Namun, Ramadan Sultra Fest tidak berhenti pada bazar kuliner. Ia berkembang menjadi panggung kreativitas dan ruang ekspresi masyarakat. Berbagai lomba seperti adzan, dai cilik, surah pendek, mewarnai, fashion show, lomba foto, lomba reels, hingga creative workshop turut memeriahkan agenda. Ada pula Ramadan Fun Run dan live music yang memberi warna berbeda tanpa meninggalkan nilai-nilai religius bulan suci. Perpaduan antara spiritualitas dan kreativitas inilah yang menjadikan festival ini terasa inklusif dan menyentuh berbagai segmen usia.

Yang paling menarik, Ramadan Sultra Fest menempatkan literasi dan inklusi keuangan sebagai ruh utama kegiatan. Di tengah arus digitalisasi, transformasi perilaku transaksi masyarakat menjadi kebutuhan. Bank Sultra menghadirkan promo cashback Rp10.000 untuk transaksi minimal Rp50.000 menggunakan layanan digital mereka. Strategi ini bukan sekadar gimmick promosi, melainkan dorongan konkret agar masyarakat semakin terbiasa bertransaksi non-tunai. Selain itu, tenant dengan transaksi dan volume tertinggi di akhir program akan mendapatkan hadiah khusus sebuah insentif yang mendorong pelaku UMKM lebih adaptif terhadap sistem pembayaran digital.

Peran Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Sultra juga sangat strategis. Selain menghadirkan UMKM binaan, BI membuka berbagai booth literasi, mulai dari edukasi sistem pembayaran digital dan QRIS, program Cinta Bangga Paham Rupiah, hingga pojok halal dan wakaf. Edukasi ekonomi dan keuangan syariah turut menjadi bagian penting, mengingat Ramadan adalah momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap instrumen keuangan berbasis syariah.