KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM – Pemberitaan terkait kondisi Kendari Water Sport yang disebut terbengkalai dan kurang terawat perlu dilihat secara lebih utuh. Di tengah sorotan terhadap persoalan sampah dan fasilitas yang mengalami kerusakan, upaya pembenahan justru telah dilakukan secara kolaboratif oleh berbagai pihak.
Sebanyak 27 kantong sampah berhasil dikumpulkan dalam aksi Clean Movement yang berkolaborasi dengan Gerakan Wisata Bersih pada Minggu (1/2/2026) pagi di kawasan Kendari Water Sport, Jalan Ir H Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) STIE 66 Kendari dan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Sekitar 130 peserta terlibat dalam aksi tersebut, termasuk unsur Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tenggara, Dinas Cipta Karya Sulawesi Tenggara, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.
Ketua HMA STIE 66 Kendari, Afrio Kurnia Dinata, menyampaikan bahwa Kendari Water Sport dipilih karena perannya yang strategis sebagai salah satu jantung pariwisata daerah. Sampah yang dikumpulkan pun beragam, mulai dari plastik, styrofoam, dedaunan hingga ranting pohon.
Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, mengapresiasi inisiatif mahasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan itu sejalan dengan program “Gerakan Wisata Bersih” yang akan dilaksanakan secara rutin minimal dua kali dalam sebulan. Artinya, pembenahan tidak berhenti pada satu kegiatan simbolik, tetapi menjadi agenda berkelanjutan.
Kadis Ridwan juga menyampaikan pernyataan terbuka terkait kondisi kawasan tersebut. Ia mengakui bahwa Kendari Water Sport memang sempat terbengkalai sejak awal dibangun, terutama dalam hal pemanfaatan dan perawatan fasilitas. Namun menurutnya, kondisi itu tidak boleh terus dibiarkan.











Komentar