365 Hari Kerja Nyata ASR–Hugua

banner 468x60

KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM- Tahun pertama kepemimpinan Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, bersama wakilnya, Hugua, mulai memperlihatkan arah dan fondasi pembangunan di Bumi Anoa. Duet yang dikenal dengan ASR–Hugua ini mencoba menunjukkan bahwa kerja pemerintahan tidak selalu harus tampil dengan gemuruh politik dan riuh pencitraan, tetapi bisa dibuktikan lewat langkah-langkah nyata di lapangan. Memasuki Jumat, 20 Februari 2026, tepat satu tahun sejak dilantik, publik mulai bisa membaca pola dan prioritas yang sedang mereka bangun.

Selama setahun terakhir, sejumlah program dijalankan di berbagai sektor strategis. Infrastruktur, pendidikan, pertanian, hingga penguatan layanan dasar menjadi fokus yang terlihat paling menonjol. Memang belum semua persoalan bisa diurai dalam waktu singkat, tetapi langkah-langkah awal tersebut memberikan gambaran tentang arah kebijakan yang ditempuh pemerintah provinsi: membangun dari fondasi, memperkuat sektor dasar, dan memastikan pemerataan antarwilayah.

Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah mendorong percepatan konektivitas antarwilayah melalui program JAMAAH (Jalan Mulus Antar Wilayah). Program ini dirancang untuk memperbaiki akses transportasi sekaligus membuka jalur distribusi ekonomi, sehingga aktivitas perdagangan, pertanian, dan mobilitas masyarakat dapat berjalan lebih efisien. Pemerintah menilai kondisi jalan sangat mempengaruhi denyut ekonomi daerah, mulai dari pergerakan barang hingga akses layanan kesehatan dan pendidikan.

Baca juga:  Pemprov Sultra Klarifikasi Alokasi Pembangunan Kolaka Utara, Tegaskan Tak Ada Daerah Dianaktirikan

Sejumlah ruas jalan strategis mulai ditingkatkan, termasuk di wilayah Kabupaten Muna. Peningkatan jalan di kawasan Labunti–Bangun Sari serta Bonea–Kombungo–Labone menjadi bagian dari upaya memperkuat akses di daerah yang sebelumnya kurang tersentuh pembangunan. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa wilayah kepulauan maupun daratan memperoleh perhatian yang seimbang, sehingga tidak ada lagi kesan ketimpangan antara pusat dan pinggiran.

Perubahan juga mulai terlihat di ibu kota provinsi, Kendari. Penataan kawasan MTQ dilakukan melalui rehabilitasi bangunan, pembenahan jalur pedestrian, penataan lapak bagi pelaku UMKM, serta peningkatan fasilitas parkir. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki wajah kota, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat dan menjadikan kawasan tersebut lebih representatif sebagai ruang publik.

Selain itu, pemerintah provinsi turut memberi perhatian pada kebutuhan dasar seperti air bersih. Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum di Kendari, pembangunan jaringan perpipaan di Baubau, serta peningkatan layanan air di Kolaka Utara menjadi bagian dari program yang sedang dijalankan. Langkah ini dinilai penting karena akses air bersih berkaitan langsung dengan kualitas hidup, kesehatan masyarakat, dan produktivitas ekonomi.

Pembangunan fasilitas bagi aparat penegak hukum juga masuk dalam agenda pemerintah daerah. Pembangunan gedung tahanan dan barang bukti Polda Sultra serta pengembangan sarana kepolisian menjadi bagian dari upaya memperkuat institusi negara di daerah. Pemerintah menilai dukungan infrastruktur yang memadai dapat membantu meningkatkan profesionalisme dan kinerja lembaga penegak hukum.

Baca juga:  Sumpah Pemuda dan Tantangan Zaman Digital: Mari Bersatu, Santun, dan Percaya pada Kepemimpinan ASR

Di sisi lain, pembangunan fasilitas militer seperti Mako Lanud Pangkalan TNI Halu Oleo dan sarana Korem 143/HO menunjukkan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan tetap dijaga. Stabilitas keamanan dipandang sebagai faktor penting dalam menjaga iklim investasi, memperkuat rasa aman masyarakat, serta memastikan pembangunan berjalan tanpa gangguan berarti.

Pada sektor pertanian dan peternakan, pemerintah mencoba meningkatkan produktivitas melalui penyaluran alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani. Bantuan tersebut bersumber dari anggaran daerah maupun dukungan pemerintah pusat. Mekanisasi pertanian diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, menekan biaya produksi, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pemerintah juga mulai menata data produksi serta kebutuhan konsumsi pangan seperti daging sapi, ayam, dan telur. Pendataan yang lebih akurat digunakan sebagai dasar perencanaan kebijakan agar daerah tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar. Dengan basis data yang kuat, kebijakan intervensi pasar dan distribusi dapat dilakukan secara lebih terukur.

Bidang pendidikan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian besar. Sejumlah sekolah memperoleh bantuan fasilitas berupa mobiler ruang kelas, perangkat teknologi pembelajaran, hingga komputer. Ribuan seragam juga disalurkan kepada siswa SMA dan SMK di berbagai daerah. Bagi banyak sekolah, dukungan fasilitas dasar tersebut memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar.

banner 336x280

Komentar