365 Hari Kerja Nyata ASR–Hugua

banner 468x60

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan peralatan laboratorium IPA, perangkat teknologi informasi, serta perlengkapan olahraga untuk menunjang kegiatan pendidikan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong lahirnya generasi yang lebih siap bersaing.

Di tingkat sekolah kejuruan, pemerintah menghadirkan fasilitas Ship Bridge Simulator di SMKN 7 Kendari sebagai langkah konkret memperkuat pendidikan berbasis kemaritiman. Fasilitas ini memberi pengalaman praktik yang lebih mendekati kondisi nyata di dunia pelayaran. Sekolah luar biasa juga mendapat dukungan alat praktik serta perangkat teknologi untuk mendukung pembelajaran siswa berkebutuhan khusus, sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan inklusif.

Program pendidikan berskala besar juga mulai dipersiapkan melalui pembangunan Sekolah Unggul Garuda. Program nasional yang berkaitan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto tersebut direncanakan berdiri di Konawe Selatan di atas lahan sekitar 20 hektare. Sekolah ini diproyeksikan menjadi pusat pendidikan unggulan yang akan menampung siswa dari berbagai daerah, sekaligus menjadi simbol peningkatan kualitas SDM Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Sekolah Rakyat Terpadu 70 Kendari telah lebih dulu beroperasi dengan sistem pendidikan berasrama sejak September 2025. Sekolah tersebut melayani puluhan peserta didik dengan pendekatan pembelajaran yang menekankan disiplin, pembentukan karakter, dan penguatan akademik secara terpadu.

Baca juga:  Sengketa Yayasan Unsultra, Pemprov Sultra Ambil Mediasi

Meski sejumlah program telah berjalan, pemerintahan ASR–Hugua tetap menghadapi berbagai tantangan. Beberapa kalangan menilai pembangunan yang dilakukan masih berada pada tahap awal dan belum menunjukkan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun penurunan angka kemiskinan secara signifikan.

Namun pemerintah daerah berpandangan bahwa pembangunan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Konsistensi program, penguatan fondasi, dan stabilitas tata kelola dianggap lebih penting dibanding sekadar menciptakan program yang bersifat sensasional dan jangka pendek.

Selama tahun pertama kepemimpinan ini, situasi politik di lingkungan pemerintahan relatif stabil. Tidak banyak konflik internal yang mencuat ke ruang publik. Kondisi tersebut memberi ruang bagi pemerintah untuk lebih fokus pada pelaksanaan program pembangunan tanpa terganggu dinamika politik yang berlebihan.

Di sisi lain, sejumlah persoalan daerah masih membutuhkan perhatian serius, seperti pengurangan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda, penguatan industri daerah berbasis hilirisasi, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Sebagai daerah dengan potensi sumber daya yang besar, tantangan utama bagi pemerintah adalah memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas dan adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

Satu tahun pertama pemerintahan ASR–Hugua dapat dipandang sebagai tahap awal dalam membangun fondasi pembangunan daerah. Berbagai program mulai dijalankan, infrastruktur diperbaiki, sektor pendidikan diperkuat, dukungan bagi petani ditingkatkan, serta stabilitas pemerintahan dijaga.

Baca juga:  Sultra Dukung Gerakan Sensor Mandiri untuk Tontonan Sehat

Perjalanan tentu masih panjang. Namun langkah-langkah yang telah dimulai menunjukkan bahwa roda pembangunan di Sulawesi Tenggara sedang bergerak perlahan tetapi terarah. Tahun-tahun berikutnya akan menjadi ujian sejauh mana fondasi yang dibangun pada tahun pertama ini mampu melahirkan lompatan kemajuan yang lebih nyata bagi masyarakat.

banner 336x280

Komentar