Presiden Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC: Dari Sekolah Digital hingga Danantara

Nasional31 Dilihat
banner 468x60

Di bidang ekonomi, Presiden mengungkapkan pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mengonsolidasikan seluruh aset milik negara. Melalui Danantara, pemerintah tengah mempercepat hilirisasi industri dengan memulai 18 proyek hilirisasi pada tahun ini, serta proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai 3 miliar dolar AS.

“Kami bergerak sangat cepat di semua sektor ini dan saya pikir bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi dan dapat dipandang sebagai mitra strategis yang baik untuk kawasan ini,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan komitmen Indonesia terhadap keterbukaan, peningkatan infrastruktur dan logistik, penguatan konektivitas rantai pasok, serta transisi energi yang pragmatis. “Kami akan bergerak dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kapasitas kami. Kami mengejar proyek-proyek yang harus layak secara ekonomi, yang harus dapat dibiayai bank dan mampu memberikan pengembalian jangka panjang,” tandasnya.

Paparan tersebut menegaskan arah baru pembangunan Indonesia yaitu transformasi yang cepat namun terukur, modern namun inklusif, membangun negara yang kuat secara teknologi, berdaulat secara ekonomi, dan siap menjadi pusat pertumbuhan baru dunia menuju Indonesia Emas 2045.

banner 336x280
Baca juga:  Hadiri Roundtable Business Summit di Washington DC, Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Kemitraan Ekonomi Indonesia–AS

Komentar