Karena itu, narasi yang menggambarkan seolah-olah pemerintah provinsi tidak berbuat apa-apa dinilai tidak utuh.
Selain itu, Akril mempertanyakan sudut pengambilan informasi dalam pemberitaan tersebut. Media disebut mencoba mengonfirmasi kepada Sekretaris Daerah (Sekda), namun tidak ada upaya konfirmasi mendalam kepada Direktur Utama Bank Sultra yang justru mengambil langkah konkret di lapangan.
“Kalau ingin mendapatkan gambaran utuh, kenapa bukan Dirut Bank Sultra yang diwawancarai secara komprehensif? Ini menimbulkan tanda tanya soal objektivitas dan keseimbangan berita,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar media tetap menjunjung prinsip cover both sides dan tidak membangun opini yang cenderung menyudutkan pihak tertentu tanpa dasar argumentasi yang kuat.
“Masa sedikit-sedikit gubernur? Jangan sampai kebencian politik membuat logika publik menjadi kabur. Kritik boleh, tapi harus rasional dan proporsional,” tutup pernyataan tersebut.















Komentar