Hilal Belum Terlihat, Kemenag: 1 Ramadan 1447 H Berpotensi Jatuh 19 Februari 2026

Islami, Nasional78 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM – Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan hilal atau bulan sabit penanda awal Ramadan 1447 Hijriah belum terlihat di seluruh wilayah Indonesia pada pemantauan sore hari ini, Selasa (17/2/2026). Posisi hilal masih berada di bawah ufuk setelah matahari terbenam sehingga belum memenuhi kriteria visibilitas.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), posisi hilal belum memenuhi standar imkanur rukyat yang digunakan Indonesia bersama negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

“Kriteria MABIMS menetapkan ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam dan elongasi minimal 6,4 derajat. Secara hisab, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun, ini masih bersifat informatif dan menunggu verifikasi rukyat dalam sidang isbat,” ujar Cecep dalam Seminar Sidang Isbat di Jakarta.

Ia menjelaskan, di Jakarta Pusat pada 17 Februari 2026, matahari terbenam pukul 18.15 WIB, sementara ijtimak terjadi pukul 19.01 WIB. Artinya, saat matahari terbenam, hilal belum “lahir” karena ijtimak baru terjadi setelahnya. Kondisi tersebut membuat hilal mustahil terlihat.

Pemerintah melalui Kemenag menggelar sidang isbat untuk menetapkan secara resmi awal Ramadan 1447 H. Hasil sidang tersebut akan diumumkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada malam hari.

banner 336x280
Baca juga:  SDM Indonesia Dinilai Tak Kompeten, DPR: Klaim Loker Banyak Tapi Tak Terserap

Komentar