Gubernur Sultra Tegaskan Transformasi Birokrasi dan E-Government Tak Bisa Ditunda

Komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam mendorong digitalisasi pemerintahan mendapat apresiasi dari Ketua AIPPTM, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Ia menilai Sultra menunjukkan progres signifikan dalam pengembangan sistem pemerintahan berbasis digital.

“Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah yang menjadi rookie dalam pengembangan digitalisasi pemerintahan,” ungkapnya.

Capaian tersebut dibuktikan dengan keberhasilan Sultra meraih peringkat pertama nasional dalam ajang Championship Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) kategori Rookie of the Year. Prestasi ini menjadi lompatan besar mengingat pada 2023 Sultra berada di posisi ke-34 dari 34 provinsi, dan kini berhasil naik ke peringkat ke-16 dari 38 provinsi secara nasional.

Gubernur menekankan bahwa keberhasilan e-government tidak hanya bergantung pada sistem dan teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia aparatur. Ia menilai transformasi birokrasi harus dimulai dari perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN).

“Untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, perubahan harus dimulai dari kepemimpinan. Karena itu, saya ingin membangun sistem yang baik,” tegasnya.

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas yang ditopang sistem digital merupakan fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih, responsif, dan berintegritas di Sulawesi Tenggara.

Baca juga:  Tudingan Keterlibatan Sekda Sultra dalam Kasus BBM Dinilai fitnah dan Bermuatan Politis, Visioner Indonesia Minta Publik Tidak Terprovokasi

Komentar