Ia juga menekankan bahwa sebagai ibu kota provinsi, Kendari harus mampu menampilkan wajah daerah yang tertib, bersih, dan ramah. Menurutnya, kondisi lingkungan menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kualitas tata kelola sebuah daerah.
Untuk menjaga konsistensi, Gubernur menginstruksikan agar kegiatan pembersihan dilakukan secara berkelanjutan dengan jadwal rutin setiap hari Jumat. Setiap instansi akan diberikan tanggung jawab wilayah tertentu, dengan dukungan pengawasan dari unsur TNI dan Polri.
“Kegiatan ini harus berkelanjutan. Kendari harus menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Tenggara dalam hal kebersihan dan penataan kota,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan mengimbau agar aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama selama pelaksanaan aksi pembersihan. Melalui gerakan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat tumbuh dan berkelanjutan.







Komentar