Aspal Buton Menyala di Panggung Nasional, Lobi Anton Timbang Berbuah PSN dan Dana Rp1,49 Triliun

Anton menegaskan, arah kebijakan yang diperjuangkan Kadin Sultra jelas: pengolahan Aspal Buton harus dilakukan di tanah Sulawesi Tenggara. Bukan lagi sekadar mengirim bahan mentah, melainkan membangun industri bernilai tambah yang memberi dampak langsung bagi daerah.

“Kita tidak mau hanya menjadi penonton. Industri pengolahan harus tumbuh di Sultra,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Kadin Sultra juga akan mendorong para gubernur di berbagai provinsi untuk membangun fasilitas pengolahan aspal di daerah masing-masing, dengan bahan baku utama tetap berasal dari Buton.

“Bahan bakunya dari Sultra. Ini bukan hanya soal kepentingan daerah, tapi kepentingan nasional,” tutup Anton Timbang.

Dari Buton, aspal bukan lagi sekadar mineral hitam di perut bumi. Ia kini menjelma menjadi jalan menuju kemandirian, industri, dan masa depan ekonomi Indonesia.

Baca juga:  Gubernur Sultra Serahkan SK PPPK Paruh Waktu, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

Komentar