10 Rekomendasi High Level Meeting Pengendalian Inflasi di Sultra

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM- Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, mewakili Gubernur Sultra, Mayjen TNI Purn. Andi Sumangerukka, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari, Senin (9 Februari 2026).

HLM yang digelar di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sultra ini dimaksudkan untuk menyikapi kenaikan angka inflasi Sultra pada Januari 2026 serta membahas langkah antisipasi menjelang Ramadhan 2026.

Sebelumnya, Sekda menghadiri kegiatan bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait pengendalian inflasi di daerah secara hybrid (Zoom Meeting).

Pada HLM itu, Sekda menyampaikan bahwa berdasarkan pembahasan HLM, kenaikan inflasi bulanan (mtm) di Sultra terutama disebabkan oleh kenaikan harga emas perhiasan dan komoditas ikan.

Sementara kenaikan inflasi tahunan (yoy) dipengaruhi oleh tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan-ikanan, dan kenaikan tarif perguruan tinggi.
Terdapat beberapa rekomendasi strategis yang disepakati antara lain, memastikan ketersediaan bahan pangan tercukupi dan harga terkendali menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri.

Rekomendasi kedua, penggilingan dan distributor besar diminta (melalui surat edaran) menyediakan beras dalam kemasan yang bervariasi mulai 5 kg, 10 kg, dan 20 kg.

Baca juga:  Kepala Dinas ESDM Sultra: Disiplin dan Profesionalisme ASN Kunci Optimalisasi Kinerja Pemerintah

Ketiga, mengawasi dan mensosialisasikan kepada pedagang agar harga barang tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Keempat, Bulog diharapkan mempercepat distribusi Minyakita langsung ke pedagang eceran.

Komentar