Tangis Gubernur Pecah di Rumah Duka Bocah Korban Tabrak Lari di Kendari

Gubernur pun meminta pemerintah dari tingkat kelurahan hingga kota memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Ia menegaskan, masih banyak keluarga yang hidup dalam keterbatasan, namun luput dari perhatian.

Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah, Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa Pemprov Sultra akan memfasilitasi pekerjaan bagi kedua orang tua korban melalui skema outsourcing yang disesuaikan dengan kemampuan mereka. Pemerintah juga akan membantu renovasi rumah keluarga korban agar lebih layak dihuni.

Sementara itu, Plt. Lurah Pondambea, Safaruddin Bacmid, menyebut keluarga N memang telah lama menjadi perhatian pemerintah setempat. Seluruh anak dalam keluarga itu masih bersekolah dua di tingkat SMP dan sisanya di SD meski hidup dalam keterbatasan.

“Kondisi ekonominya memang di bawah rata-rata. Tapi anak-anak tetap sekolah. Orang tuanya bekerja serabutan,” katanya.

Pihak kelurahan bersama instansi terkait telah beberapa kali melakukan pendataan dan pembinaan. Pasca tragedi ini, pendataan ulang kembali dilakukan agar keluarga korban benar-benar mendapatkan bantuan sesuai ketentuan.

Keluarga N diketahui berasal dari Jawa dan telah lama menetap di Kendari. Semua anak mereka lahir dan tumbuh di kota ini. N adalah anak Kendari. Dan kepergiannya meninggalkan luka mendalam bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi nurani siapa pun yang mendengar kisahnya.

Baca juga:  Wagub Sultra Tinjau Pembangunan RSUD Buton Tengah, Tekankan Percepatan dan Kualitas Proyek

Di rumah duka itu, tangis belum benar-benar reda. Nama N terus disebut dalam doa. Dan di antara isak keluarga serta air mata seorang gubernur, terselip satu harapan sunyi: semoga tak ada lagi anak kecil yang harus kehilangan hidupnya di jalanan karena kemiskinan dan kelalaian.

Komentar