Instruksi Tegas Kombes Afrizal Asri: Brimob NTT Dobrak Isolasi 16 Tahun Rakyat Belu!

Daerah52 Dilihat

Menariknya, seluruh pembiayaan proyek kemanusiaan ini tidak menggunakan anggaran negara, melainkan berasal dari swadaya personel Brimob. Inisiatif ini lahir dari ketulusan melayani warga yang terisolasi, sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu bergantung pada prosedur anggaran.

Romadhon Jasn menilai langkah swadaya tersebut sebagai teladan nasional. “Ketika pimpinan menggunakan nuraninya, keterbatasan birokrasi bisa ditembus dengan gotong royong. Inilah wajah Polri yang dirindukan publik,” tambahnya.

Tepat pukul 15.30 WITA, jembatan “Weaituan” resmi berdiri dan diuji kendaraan roda dua. Tangis haru warga pecah saat akses kembali terbuka setelah 16 tahun. Jembatan ini menjadi urat nadi baru bagi anak-anak sekolah yang selama ini harus mempertaruhkan keselamatan.

Lurah Manuaman Michael Bau bersama tokoh masyarakat mengaku terharu atas respons cepat Brimob NTT. Penantian panjang warga akhirnya dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji. Kehadiran aparat di tengah kesulitan menjadi simbol kuat kehadiran negara.

Kini, berkat instruksi strategis Kombes Pol. Afrizal Asri, S.I.K., warga Manuaman tak lagi diliputi kecemasan saat musim hujan. Jembatan “Weaituan” menjadi monumen pengabdian bahwa di bawah komando yang tepat, Polri bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga pembangun harapan.