Dalam arahannya, Prabowo turut menyinggung tantangan Indonesia yang kerap dipersepsikan sebagai negara dengan kompleksitas tinggi atau the impossible nation. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pemimpin yang waspada, memahami dinamika masyarakat, serta memiliki pijakan kuat pada sejarah bangsa.
Ia menekankan pentingnya pemahaman sejarah nusantara sebagai landasan kepemimpinan nasional. “Pemimpin harus mengerti perjalanan bangsa ini, memahami sejarah daerah-daerah, dari Sabang hingga Merauke,” ujarnya.
Lebih jauh, Presiden mengingatkan bahwa negara Indonesia dibangun di atas pengorbanan besar rakyat. Karena itu, setiap pemegang amanah kekuasaan wajib menempatkan pengabdian kepada rakyat sebagai tujuan utama.
“Keberadaan kita hari ini adalah hasil pengorbanan rakyat yang luar biasa. Maka tugas kita bukan sekadar memerintah, tetapi mengabdi dan membuktikan komitmen itu melalui kerja nyata,” tegas Presiden.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diharapkan menjadi titik penguatan etika kepemimpinan dan konsistensi pengabdian aparatur negara dalam menjalankan amanah pembangunan nasional.
