“Hilirisasi harus menghasilkan dampak nyata—mulai dari penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itulah arah kebijakan kami,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur juga mengingatkan bahwa pembangunan industri tidak boleh mengabaikan prinsip keberlanjutan. Perlindungan lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan, serta pemberdayaan masyarakat lokal harus berjalan seiring dengan pertumbuhan investasi.
Dengan terealisasinya direct ekspor ini, Sulawesi Tenggara kini semakin diposisikan sebagai simpul strategis dalam jaringan industri global, khususnya dalam penyediaan bahan baku bagi industri strategis internasional.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, lanjut Gubernur, berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif, memberikan kepastian hukum, serta memastikan stabilitas dan keamanan daerah sebagai prasyarat utama pertumbuhan ekonomi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan regulasi, kepada investor atas kepercayaan yang diberikan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan ekspor langsung perdana ini.
Gubernur berharap langkah ini menjadi pemicu peningkatan volume ekspor, perluasan akses pasar internasional, serta masuknya investasi baru yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.







Komentar