Era Curiga Berakhir? Pertamina Buka Takaran BBM Real-Time di SPBU

Langkah efisiensi melalui merger anak usaha yang efektif per 1 Januari 2026 juga mulai membuahkan hasil nyata bagi operasional hilir. Dengan integrasi ini, jalur distribusi menjadi lebih ringkas dan biaya logistik dapat ditekan, sehingga stabilitas harga BBM non-subsidi tetap terjaga di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Efisiensi ini membuktikan bahwa restrukturisasi internal Pertamina memberikan dampak langsung yang bisa dirasakan oleh kantong masyarakat luas di seluruh pelosok tanah air.

Dukungan terhadap keberlanjutan bisnis Pertamina ini juga sinergi antar-subholding adalah kunci ketahanan nasional. “Restrukturisasi yang berjalan saat ini adalah momentum bagi kita semua untuk mendukung Pertamina menjadi pemain global. Publik perlu memahami bahwa efisiensi ini pada akhirnya akan kembali ke rakyat dalam bentuk layanan yang lebih cepat, murah, dan terjangkau di wilayah manapun,” terang Romadhon Jasn.

Kini, bola ada di tangan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Pertamina mengajak seluruh lapisan publik untuk tidak ragu menggunakan fitur-fitur baru ini dan memberikan masukan secara aktif demi perbaikan kualitas layanan. Semangat kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem energi yang sehat, di mana konsumen merasa memiliki dan dihargai melalui teknologi yang jujur dan transparan di setiap SPBU.

Baca juga:  Masyarakat Apresiasi PLN di Hari Pelanggan Nasional: Akses Listrik Mudah, Ekonomi Terbantu

Sebagai penutup, Romadhon Jasn mengajak publik untuk memberikan kepercayaan penuh pada proses transformasi yang tengah berjalan. “Mari kita beri dukungan nyata kepada Pertamina untuk terus berinovasi di tahun 2026 ini. Apresiasi dari publik akan menjadi bahan bakar utama bagi perusahaan untuk mewujudkan kemandirian energi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,“pungkasnya.

Komentar