Menteri P2MI: Negara Tak Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri, Jenazah PMI Dipulangkan dengan Pengawalan Penuh

Berita895 Dilihat
banner 468x60

“Ini bukan sekadar pemulangan jenazah, tetapi pesan moral bahwa negara tidak meninggalkan warganya sendirian, bahkan hingga perjalanan terakhirnya,” ujar Akril Abdillah.

Ia menambahkan bahwa sikap tersebut mencerminkan kepemimpinan yang mengedepankan nilai kemanusiaan di atas ego birokrasi. Negara, kata dia, tetap hadir meskipun secara administratif terdapat kekurangan dalam proses keberangkatan pekerja migran tersebut.

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian P2MI juga berupaya memperkuat sistem perlindungan pekerja migran melalui koordinasi lintas kementerian. Salah satunya dengan mendorong sinkronisasi aturan bersama Kementerian Perhubungan untuk memperketat pengawasan wilayah pelabuhan melalui sistem satu pintu.

Mukhtarudin juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur jalur penempatan ilegal yang berisiko tinggi bagi keselamatan pekerja migran. Menurutnya, migrasi yang aman dan prosedural merupakan jaring pengaman penting bagi pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Akril Abdillah berharap tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus memperkuat perlindungan terhadap pekerja migran. Publik juga diharapkan ikut mengawal kebijakan perlindungan tersebut agar keselamatan dan martabat pekerja Indonesia tetap terjaga.

“Peristiwa ini menunjukkan bahwa kemanusiaan harus selalu menjadi dasar dalam setiap kebijakan perlindungan pekerja migran,” pungkasnya.

banner 336x280
Baca juga:  Kejar Target 500.000, Backlog Jadi Ujian Nyata P2MI

Komentar