Pernyataan kedua pemimpin Eropa itu muncul di tengah kebingungan Uni Eropa dalam merespons langkah-langkah Washington. Di satu sisi, UE harus menjaga hukum internasional, namun di sisi lain tetap bergantung pada AS sebagai mitra ekonomi dan sekutu pertahanan, khususnya terkait perang di Ukraina.
Meski tidak disebutkan secara eksplisit, kritik tersebut diyakini merujuk pada operasi militer Amerika Serikat di Caracas yang berujung pada penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro, serta ambisi Trump untuk menguasai Greenland. Kepala kebijakan luar negeri UE, Kaja Kallas, menyebut wacana tersebut sangat mengkhawatirkan dan sedang dikaji secara serius oleh Brussel.
Di tingkat NATO, para duta besar juga membahas situasi Greenland dan sepakat perlunya memperkuat keamanan kawasan Arktik. Meski belum ada keputusan konkret, aliansi tersebut membuka kemungkinan penguatan kehadiran militer melalui pendekatan multinasional dan pemanfaatan teknologi pengawasan canggih.
Selain isu geopolitik, Macron juga menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan digital Eropa. Ia menegaskan Undang-Undang Pasar Digital dan Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa harus dipertahankan, meski mendapat penolakan dari Amerika Serikat yang menilai regulasi itu menekan perusahaan teknologi mereka.











Komentar