“Tahun 2025, Indonesia tidak impor beras sama sekali. Target empat tahun, kita capai dalam satu tahun,” ungkap Presiden dengan penuh kebanggaan.
Ia menambahkan, keputusan Indonesia untuk tidak mengimpor beras turut berdampak positif pada pasar global dengan menurunnya harga beras dunia, sehingga memberi manfaat tidak hanya bagi bangsa Indonesia, tetapi juga bagi negara lain.
Selain itu, Presiden menegaskan bahwa Perayaan Natal Nasional mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan persaudaraan lintas iman yang telah mengakar sejak masa para pendiri bangsa. Ia mencontohkan pembangunan Masjid Istiqlal oleh Presiden Soekarno yang dirancang oleh arsitek Nasrani sebagai simbol persatuan.
Presiden juga berbagi pengalaman pribadinya saat bertugas di TNI dan dalam kehidupan bermasyarakat yang menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa melampaui perbedaan agama dan latar belakang.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bekerja sama agar kekayaan Indonesia benar-benar dikelola untuk kesejahteraan seluruh rakyat.
“Kita harus menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari bumi Indonesia. Kuncinya adalah persatuan dan kerja sama. Bersatu, bahu-membahu, demi kebaikan seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Presiden.
Puncak Peringatan Natal Nasional 2025 berlangsung khidmat dan penuh sukacita, menjadi simbol kuatnya persatuan, kerukunan, dan harapan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
