Selain aspek keamanan, Gubernur juga menyoroti potensi bencana alam akibat curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara. Untuk itu, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui penguatan kesiapsiagaan dan pengoperasian Posko Terpadu Siaga Bencana Alam sejak pertengahan Desember.
Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menjelaskan bahwa Operasi Lilin Anoa 2025 melibatkan total 3.078 personel gabungan. Ribuan personel tersebut akan disebar di 77 pos pengamanan yang terdiri atas pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Pengamanan akan difokuskan pada lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat, seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, serta kawasan wisata.
Operasi Lilin Anoa 2025 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap operasi ini dapat memastikan seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan aman, lancar, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
