Ia menambahkan, kontribusi BYD tidak hanya tercermin dari volume penjualan, tetapi juga dari peran perusahaan dalam mendorong percepatan adopsi teknologi kendaraan listrik di Tanah Air.
“Dengan penjualan lebih dari 47 ribu unit atau menopang lebih dari 57 persen kendaraan listrik yang beredar secara nasional, BYD berkomitmen terus menjadi bagian penting dalam pertumbuhan industri ini,” kata Eagle.
Dari sisi produk, penjualan BYD ditopang oleh performa kuat di berbagai segmen. Pada kategori low hatchback, BYD Atto 1 mencatat penjualan lebih dari 17.700 unit hanya dalam kurun dua bulan. Di segmen MPV, BYD M6 terdistribusi sebanyak 9.900 unit sepanjang Januari–November 2025, menjadikannya model EV terlaris kedua secara nasional.
Sementara itu, di kelas SUV, BYD Sealion 7 mencatat penjualan lebih dari 7.900 unit sejak diluncurkan pada Februari 2025. Untuk segmen sedan, BYD Seal juga menunjukkan performa positif berkat kombinasi desain, performa, dan efisiensi yang ditawarkan.
Kontribusi dari segmen premium turut memperkuat kinerja BYD melalui lini Denza. Model Denza D9 tercatat telah terjual lebih dari 7.000 unit, mencerminkan meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik premium.
“Angka ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap teknologi kendaraan listrik. Kepercayaan tersebut menjadi energi baru bagi perkembangan industri otomotif nasional secara lebih berkelanjutan,” tutup Eagle.
