JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM-Gelombang kritik terhadap Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, kini berubah menjadi badai politik setelah Presiden Prabowo Subianto secara terbuka meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memproses dan mencopot Mirwan yang nekat berangkat umrah ketika wilayahnya berada dalam status darurat bencana. Di Aceh, suara paling lantang datang dari aktivis muda Wanda Assyura, yang menyebut tindakan sang bupati sebagai “pelanggaran moral publik dan potensi tindak pidana karena kelalaian jabatan.”
Polemik ini bermula ketika foto Mirwan dan istrinya berada di Tanah Suci beredar luas, sementara warganya masih berjuang bertahan dari banjir dan longsor yang menewaskan ratusan orang di berbagai kabupaten. Padahal, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) telah menolak permohonan izin keluar negeri Mirwan karena status darurat sedang diberlakukan. “Ini bukan sekadar salah langkah, ini meninggalkan pos saat rakyat tenggelam,” ujar Wanda, Selasa (9/12/2025).
Presiden Prabowo dalam rapat terbatas di Lanud Sultan Iskandar Muda, Minggu (7/12), bahkan menyamakan tindakan Mirwan dengan desersi—istilah dalam militer bagi prajurit yang kabur saat pasukan dalam bahaya. “Kalau yang mau lari, lari saja, dicopot Mendagri bisa,” tegas Prabowo. Pernyataan ini menjadi legitimasi moral dan hukum bagi publik Aceh yang mendesak proses administratif maupun pidana terhadap bupati tersebut.
Wanda Assyura menilai, ucapan Presiden Prabowo adalah peringatan keras bahwa jabatan publik bukan hak istimewa, melainkan amanah yang melekat pada nyawa rakyat. “Kalau seorang bupati meninggalkan wilayah saat bencana, itu bukan hanya ketidakpatutan moral, tapi bisa masuk kategori kelalaian yang menyebabkan dampak fatal sebagaimana diatur Pasal 359 KUHP,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perilaku seperti ini mempermalukan Aceh di mata nasional. “Aceh ini tanah para pejuang. Bukan tanah untuk pejabat yang mengeluh, menyerah, atau lari. Kalau tidak sanggup, pintu keluar terbuka lebar. Jangan jadikan jabatan sebagai tameng dari pertanggungjawaban,” ujar Wanda.







Komentar